Label

Rabu, 02 Maret 2016

Boneka Teletubis Hijau
Simpul delapan rangkai,Fani berfikir keras melepaskan tali-tali yang mengikat seluruh tubuhnya,tenaganya mulai terkuras,untuk sekarang ia tidak bisa berfikir jernih,otak cenderung tak berfungsi saat terlalu dipaksakan,itulah yang dialami oleh Fani sekarang,kejadian itu berawal dari sebuah boneka teletubis hijau yang ia temukan di tepi jalan tempo hari lalu,Fani memang selalu merasa iba melihat benda yang masih bagus terbuang sia-sia,budi pekerti selalu diajarkan oleh orangtua Fani dalam keluarganya. Keringat Fani kini membanjiri seluruh tubuhnya,para mahluk aneh berkepala ikan tapi berwujud manusia, berada di depan matanya,ruangan gelap membuat cahaya matanya begitu menyeramkan,mereka mulai bercakap dengan bahasa yang tak satupun Fani mengerti,
“lepaskan aku!cepat lepaskan aku!” meronta-ronta sambil menghentakkan kaki
Seolah mengerti apa yang dikatakan Fani,mahluk aneh itu membalikkan badannya menatap Fani,seolah ingin menelannya bulat-bulat.Satu jam telah berlalu Fani tersadar,pandangannya masih buram,saat kesadaranya sudah 100% ia baru sadar,sekarang ia berada disebuah arena pertarungan,seragam sekolah yang ia kenakan berganti dengan jubah merah jambu dilengakpi dua buah pistol di paha kanan kirinya dan sebilah pedang ditangan kanannya,Fani masih merasa linglung dengan kejadian yang dialaminya,ia melirik setiap sudut ruangan dengan tatapan menyelidik,seluruh kursi penonton telah penuh,sorakan penonton yang memilki rupa yang tak wajar,setengah manusia dan setengah hewan,adapula setengah manusia dan tumbuhan,
“Fanius Lavonte,segera memasuki arena pertandingan” berteriak mengunakan benda berukuran kecil mirip peluit,namun suara yang dihasilkan luar biasa nyaring
Fani menarik nafas dalam-dalam,ia mengingat pesan yang disampaikan ibunya,jangan pernah menyakiti sesama mahluk hidup,kenyataanya Fani berdiri diarena pertandingan,itu artinya,ada nyawa yang harus melayang,“apa ini?apa sekarang aku harus bertarung?membunuh manusia?tapi itu tidak mungkin! bahkan seekor semutpun aku dilarang oleh ibu untuk membunuhnya” gumam Fani dalam hati,
“Hei,siapa kamu?aku tak ingin bertarung denganmu,ini perbuatan yang salah” setengah berbisik,Fani takut algojo yang berdiri disepanjang arena mendengar suaranya
“Aku juga tak ingin bertarung asal kau tahu” jawab seseorang berjubah biru tua itu
Suaranya tak asing ditelinga Fani,angin menerbangkan penutup kepala seseorang berjubah biru tua itu,Fani menatapnya lekat-lekat,ternyata orang itu adalah ketua kelasnya disekolah.Suara aungan serigala berbadan manusia sepertinya pertanda pertandingan dimulai,Fani memang menyukai hal-hal yang memacu adrenalin,tapi tidak dengan ketua kelasnya,dia lebih dikenal sebagai kutu buku disekolah,kenyataan memang selalu tak bisa ditebak,tekhnik pertarungan ketua kelas sangat hebat,Fani bahkan sulit menangkis beberapa serangannya.Arena hampa udara mulai berputar,seketika semua penonton hening,Fani dan ketua kelas spontan mematung,menatap keanehan didepan matanya,pusaran hitam muncul di atas langit,untuk menutupi wajahnya Fani dan ketua kelas menggunakan tangannya.
“Ketua kelas,apa yang terjadi?boneka teletubis hijau itu,kenapa bisa ditanganmu” tanya Fani penasaran
“Aku tidak tahu,sepertinya kita sudah terlambat,cepat sebelum kita ketinggalan bus sekolah” jawab ketua kelas meletakkan boneka teletubis hijau,sambil melirik jam tangan yang melingakar ditanganya.

Tidak ada komentar: