Boneka Teletubis Hijau
Simpul delapan rangkai,Fani
berfikir keras melepaskan tali-tali yang mengikat seluruh tubuhnya,tenaganya
mulai terkuras,untuk sekarang ia tidak bisa berfikir jernih,otak cenderung tak
berfungsi saat terlalu dipaksakan,itulah yang dialami oleh Fani
sekarang,kejadian itu berawal dari sebuah boneka teletubis hijau yang ia
temukan di tepi jalan tempo hari lalu,Fani memang selalu merasa iba melihat
benda yang masih bagus terbuang sia-sia,budi pekerti selalu diajarkan oleh
orangtua Fani dalam keluarganya. Keringat Fani kini membanjiri seluruh
tubuhnya,para mahluk aneh berkepala ikan tapi berwujud manusia, berada di depan
matanya,ruangan gelap membuat cahaya matanya begitu menyeramkan,mereka mulai
bercakap dengan bahasa yang tak satupun Fani mengerti,
“lepaskan aku!cepat lepaskan aku!”
meronta-ronta sambil menghentakkan kaki
Seolah mengerti apa yang dikatakan
Fani,mahluk aneh itu membalikkan badannya menatap Fani,seolah ingin menelannya
bulat-bulat.Satu jam telah berlalu Fani tersadar,pandangannya masih buram,saat
kesadaranya sudah 100% ia baru sadar,sekarang ia berada disebuah arena
pertarungan,seragam sekolah yang ia kenakan berganti dengan jubah merah jambu
dilengakpi dua buah pistol di paha kanan kirinya dan sebilah pedang ditangan
kanannya,Fani masih merasa linglung dengan kejadian yang dialaminya,ia melirik
setiap sudut ruangan dengan tatapan menyelidik,seluruh kursi penonton telah
penuh,sorakan penonton yang memilki rupa yang tak wajar,setengah manusia dan
setengah hewan,adapula setengah manusia dan tumbuhan,
“Fanius Lavonte,segera memasuki
arena pertandingan” berteriak mengunakan benda berukuran kecil mirip
peluit,namun suara yang dihasilkan luar biasa nyaring
Fani menarik nafas dalam-dalam,ia
mengingat pesan yang disampaikan ibunya,jangan pernah menyakiti sesama mahluk
hidup,kenyataanya Fani berdiri diarena pertandingan,itu artinya,ada nyawa yang
harus melayang,“apa ini?apa sekarang aku harus bertarung?membunuh manusia?tapi
itu tidak mungkin! bahkan seekor semutpun aku dilarang oleh ibu untuk
membunuhnya” gumam Fani dalam hati,
“Hei,siapa kamu?aku tak ingin
bertarung denganmu,ini perbuatan yang salah” setengah berbisik,Fani takut
algojo yang berdiri disepanjang arena mendengar suaranya
“Aku juga tak ingin bertarung asal
kau tahu” jawab seseorang berjubah biru tua itu
Suaranya tak asing ditelinga
Fani,angin menerbangkan penutup kepala seseorang berjubah biru tua itu,Fani
menatapnya lekat-lekat,ternyata orang itu adalah ketua kelasnya disekolah.Suara
aungan serigala berbadan manusia sepertinya pertanda pertandingan dimulai,Fani
memang menyukai hal-hal yang memacu adrenalin,tapi tidak dengan ketua kelasnya,dia
lebih dikenal sebagai kutu buku disekolah,kenyataan memang selalu tak bisa
ditebak,tekhnik pertarungan ketua kelas sangat hebat,Fani bahkan sulit
menangkis beberapa serangannya.Arena hampa udara mulai berputar,seketika semua
penonton hening,Fani dan ketua kelas spontan mematung,menatap keanehan didepan
matanya,pusaran hitam muncul di atas langit,untuk menutupi wajahnya Fani dan
ketua kelas menggunakan tangannya.
“Ketua kelas,apa yang
terjadi?boneka teletubis hijau itu,kenapa bisa ditanganmu” tanya Fani penasaran
“Aku tidak tahu,sepertinya kita
sudah terlambat,cepat sebelum kita ketinggalan bus sekolah” jawab ketua kelas
meletakkan boneka teletubis hijau,sambil melirik jam tangan yang melingakar
ditanganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar